Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Perusahaan Manufaktur (Studi Analisis CV. Firmansyah Meubel)

  1. A.    Latar Belakang

Dalam era globalisasi pada masa ini pengetahuan yang mendalam mengenai makroekonomi yaitu analisis mengenai kegiatan ekonomi dari sudut pandangan yang menyeluruh, sangat penting dilakukan.

          Setiap individu yang belajar ilmu ekonomi, yang kemudian mengharapkan dan diharapkan menjadi sarjana ekonomi, biasanya mempunyai satu bidang yang diminatinya. Saya sudah mulai meminati satu bidang studi dalam ilmu ekenomi sebelum memasuki Fakultas Ekonomi, yaitu: Ekonomi Pembangunan. [1]

          Apakah yang menarik dalam teori makcroekonomi? Seorang yang mulai belajar ilmu ekonomi akan merasa bingung kalau mempelajari makcroekonomi, dan mungkin akan berkesimpulan bahwa macroekonomi lebih sukar dipahami ketimbang teori mikroekonomi. Masalah lain yang terus menerus mendapat perhatian pemerintah adalah masalah inflasi. Tujuan jangka panjang pemerintah adalah menjaga agar tingkat inflasi yang berlaku berada pada tingkat yang sangat rendah. Tingkat inflasi non persen bukanlah tujuan utama kebijakan pemerintah karena ia sukar dicapai. Yang paling penting untuk diusahakan adalah menjaga agar tingkat inflasi tetap rendah.

          Adakalanya tingkat inflasi meningkat secara tiba-tiba atau wujud sebagai akibat suatu peristiwa tertentu yang berlaku di luar ekspekstasi pemerintah misalnya efek dari pengangguran nilai uang (defresiasi nilai uang) yang sangat besar atau ketidakstabilan politik. Inflasi ini biasanya terjadi pada masa perekonomian berkembang dengan pesat. Kesempatan kerja yang tinggi menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan jasa. Pengeluaran yang berlebihan ini menimbulkan inflasi.[2]

          Inflasi merupakan masalah utama di banyak negara berkembang dan menjadi pertanda bagi negara-negara sosialis untuk melakukan perubahan yang mengarah ke pasar, seperti misalnya Polandia dan Yogosali. Banyak pengamat yang menghawatirkan bahwa Uni Soviet akan berada dalam situasi inflasi yang hebat di tahun 1991.[3]

          Inilah saatnya bagi kita untuk menganalisis berbagai pertanyaan mengenai perilaku harga keseluruhan inflasi. Mengapa negara-negara begitu memperhatikan inflasi besar? Angkah apa yang harus diambil untuk menjaga agar inflasi berada dalam irama yang tetap dan tidak bergerak secara liar.

          Jika kita perhatikan data kurs dan tingkat harga dari berbagai negara, kita dapat segera meliha pentingnya inflasi untuk menjelaskan perubahan-perubahan kurs normal. Contoh yang paling dramatis berasal dari periode-periode inflasi yang sangat tinggi. Hubungan yang sama juga berlaku untuk negara-negara dengan inflasi yang lebih moderat.

          Pada saat surat-surat kabar memberitakan bahwa  “Inflasi Meningkat” atau “Bank Sentral bereksi terhadap peningkatan kecenderungan inflasi”, mereka sebenarnya memberikan pergerakan indeks harga.[4] Akibat dari  inflasi sangat juga berpengaruh terhadap nilai saham pada perusahaan karena penilaian surat berharga saham dapat dirinci ke dalam beberapa macam jenis nilai saham, sebagai par berikut.[5]

  1. Nilai nominal (par value):nilai kewajiban yang ditetapkan untuk tiap lembar saham. Kepentingannya berkaitan dengan hukum.
  2. Agio saham (additional paid in capital atau excess of par value): selisih yang dibayar dengan nilai nominal.
  3. Nilai Modal disetor (paid in capital): total yang dibayar oleh pemegang saham kepada emiten untuk ditukarkan dengan saham biasa atau preferen.
  4. Laba ditahan (retained earnings): sebagai laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham untuk ditanamkan kembali keperusahaan.
    1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang    di atas, maka permasalahan pokok yang akan dikaji adalah bagai mana pengaruh inflasi terhadap indeks harga perusahaan manufaktur dengan sub masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana  fungsi inflasi terhadap perusahaan manufaktur  CV. Firmansyah Meubel?
  2. Bagaimana pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham perusahaan manufaktur CV. Firmansyah Meubel?
  3. C.  Pengertian Judul

    Untuk menghindari terjadinya kesalahan persepsi dalam memaknai judul skripsi ini, maka perlu dikemukakan pengertian terhadap beberapa istilah kunci yang terdapat dalam judul tersebut, yaitu:

  1. Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan), untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penganalaahan bagian itu sendiri serta hubunagn antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.[6]
  2. Inflasi adalah kemerosotan nilai mata uang (kertas) krn terlalu banyak beredar dan menyebabkan melambungnya harga.[7]
  3. Indeks Harga adalah bilangan indeks yang menggabungkan bebrapa macam deret harga menjadi suatu deret yang mencerminkan taraf harga rata-rata.[8]
  4. Saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas deviden dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor atau hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilika pengawsan.[9]
  5. Perusahaan Manufaktur adalah perusahaan yang membuat atau menghasilkan dengan tangan atau mesin, proses mengubah bahan mentah menjadi barang untuk dapat digunakan, dipakai atau dikomsumsi oleh manusia.[10]

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka secara operasional pengertian judul skripsi Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Perusahaan Manufaktur adalah proses pnelitian terhadap nilai mata uang  yang mencerminkan taraf harga rata-rata untuk perusahaan yang mengelolah bahan mentah menjadi barang jadi.

  1. D.  Tinjauan Pustaka

Melihat dari refrensi yang ada terkait dengan pembahasan skripsi Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Perusahaan Manufaktur (Studi Analisis CV. Firmansyah Meubel). Diantara literatur yang membahasnya adalah sebagai berikut:

Dalam buku Makroekonomi Modern karangan Sadono Sukirni mengatakan bahwa uang yang berlebih-lebihanakan menimbulkan kenaikan harga-harga yang menyeluruh, yang lebih dikenal dengan istilah inflasi. Semenjak itulah peradaban manusia mulai menggunakan uang, terutama setelah penggunaan uang kertas dilakukan, telah disadari bahwa uang dapat menimbulkan banyak persoalan dalam kegiatan perekonomian. Semenjak beberapa abad yang lalu ahli-ahli ekonomi telah mencoba menganalisis pertalian diantara penawaran uang dengan inflasi, dan analisis-analisis ini pada akhirnya mewuhudkan salah satu teori moneter penting dala analisis ekonomi, yaitu teorin kunatitas. Teori ini pada dasarya berpendapat bahwa terdapat pertalian yang rapat di antara perkembangan penawran uang dan tingkat inflasi yang berlaku. [11]

Dalam perekonomian modern sekarang ini masalah dan penyebab inflasi adalah sangat kompleks. Ia bukan saja disebabkan oleh penawaran uang yang berlebihan tetapi oleh banyak faktor lain seperti kenaikan gaji, ketidak satabilan politik, pengaruh inflasi di luar negeri dan kemerosotan nilai mata uang.

Menurut buku Sandono Sukirno dalam Makroekonomi  Inflasi juga berlaku dalam masa pereonomian berkembang dengat pesat ketika tingkat pengangguran adalah sangat rendah. Apabila perusahaan-perusahaan masih mengadakan permintaan yang bertambah, mereka akan berusaha menaikkan produksi dengan cara memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya dan mencari pekerja baru dengan tawaran pembayaran yang lebih tinggi ini. Langka ini mengakibatkan biaya produksi meningkat, yang akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga berbagai barang.

Menurut buku Jeff Madura dalam Manajemen keuanagn Internasional penyebab inflasi didorong oleh kesadaran tentang akibat-akibat buruk yang ditimbulakan oleh inflasi, semenjak lama ahli-ahli ekonomi telh mencoba untuk memahami dan menerangkan sebab-sebab dari inflasi.[12]

Berdasarkan kepada sumber penyebabnya inflasi dibedakan kepada tiga bagian: Inflasi Tarikan Pemerintah (Demeand –Pull Inflation), Inflasi Desakan Biaya (Cost-Push Inflation) dan Inflasi diImport (Imported Inflation).

  1. Inflasi Tarikan Pemerintah

             Ini merupakan bentuk Inflasi yang diakibatkan oleh perkembanagn yang tidak seimbang di antara permintaan penawaran barang dalam perekonomian. Setiap masyarakat tidak dapat secara mendadak menaikkan produksi berbagai macam barang pada ketika permintaannya meningkat. Dalam keadaaan seperti ini, aqpabila permintaan menungkat dengan pesat- misalnya sebagai akibat pertambahan penawaran uang yang berlebihan, inflasi kan berlaku.

Inflasi tarikan pemerintah kan berlakupda ketika perekonomian menghadapi masalah pengangguran yang tinggi maupun pada ketika kesempatan kerja penuh sudah tercapai.  Apabila suatu perekonomian telah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh, inflasi tarikan pmerintah akan berlaku apabila permintaan agregat masih tetap bekembang dengan pesat.

  1. Inflasi Desakan Biaya

Inflasi seperti ini biasanya berlaku pada ketika kegiatan ekonomi telah mencapai kesempatan kerja penuh. Pada tingkat ini industri-industri telah beroperasi pada kapasitas yang maksimal dan pengangguran tenaga kerja sangat rendah. Biaya produksi juga meningkat sebagia akibat kenaikan harga input – seperti biaya pengangkutan kenaikan sewa bangunan dan kenaikan harga bahan mentah.

  1. Inflasi diimpor

Istilah ini mulai populer semenjak tahun 1970an pada ketika ekonomi dunia dilanda masalah inflasi. Sumber dari masalah tersebut adalah kenaikan minyak sebanyak tiga kali lipat pada tahun 1973 yang dilakukian oleh negara-negara produsen minyak. Maka secara mendadak biaya produksi industri meningkat, yang seterusnya menyebabkan masalah inflasi. Peristiwa tersebut bukan saja menimbulakan masalah inflasi yang serius, tetapi juga menyebabkan berbagai industri tidak dapat menjalankan kegiatan secara menguntungkan dan mengurangi atau menutup operasinya.

Menurut buku Paul A. Samuelson dalam makroekonomi mengatakan bahwa dampak distribusional utama dari inflasi berasal dari perbedaan bentuk aktiva dan kewajiban yang dimiliki oleh masyarakat. Pada saat masyarakat meminjang uang, peningkatan tajam pada harga-harga pada merupakan keuntungan tak terduga bagi mereka. Misalnya anda meminjam 100.100 dolar untuk membeli rumah, dan membayar hipotek tahunan anada adalah 10.100 dolar. Tiba-tiba, inflasi besar melipatgandakan seluruh upah dan harga. Pendapat dolar anda berlipat ganda sekalipun jumlah barang-barang yang dapat dibeli oleh pendapatan anda tersebut tidak berubah. Tetapi apa yang telah terjadi terhadap biaya riil hipotek anda? Pembayaran hipotek anda adalah tetap 10.100 dolar per tahun, tetapi untuk pembayarannya anda hanya membutuhkan kerja setengah dari sebelumnya. Inflasi besar telah meningkatkan kekayaan Anda sebesar 50.000 dolar, dengar menurunkan separuh nilai riil pinjaman hipotek Anda.

Apabila inflasi terjadi dalam jangka waktu yang panjang, masyarakat akan mengantisipasi dan pasar akan melakukan penyesuaian. Unsur inflasi akan secara bertahap serta bertahap disertakan dalam suku bunga pasar. Dampak utama dari inflasi terjadi melalui pengaruhnya terhadap niali riil kekayaan masyarakat. Secara umum, inflasi tidak terantisipasi akan mendistribusikan kembali kekayaannyadari debitur ke kreditur. Penurunan inflasi yang tidak terantisipasi mempunyai pengaruh sebaliknya.

Dengan demikian inflasi akan menurunkan pendapatan riil dari pekerja-pekerja yang berpendapat tetap yang kerap kali merupakan sebagian besar dari angkatan kerja dalam perekonmian. Ini merupakan salah satu alsan penting yang menyebabkan masalah inflasi perlu dihindari. Di sampin itu inflasi perlu pula dihindari oleh karena ia dapat mnimbulkan berbagai akibat buruk ke atas kegiatan dalam perekonomian yang pada akhirnya akan menimbulkan ketidak stabilan, pertumbuhan yang lambat dan pengangguran yang semakin meningkat.

Berbagai masalah inilah yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatlan pengangguran. Seterusnya inflasi perlu dihindari berdasarkan pertimbangan keadilan. Inflasi akan memperkaya pemilik modal dan pemilik harta tetap, karena nilai kekayaan mereka semakin meningkat. Sebaliknya, seperti telah dinyatakan di ayas, golongan masyarkat yang bergaji tetap mengalami kemerosotan dalam pendapatan riilnya. Maka jurang kekayaan masyarakat akan betambah lebar sebagai akibat inflasi.

  1. E.  Kerangka Teori

Secara sistematis untuk membahas suatu masalah perlu adanya kerangka dasar berfikir ilmiah sebagai landasan pembahasan dan pengkajian secara utuh dan objektif terhadap masalah itu. Untuk itu dalam tulisan ini akan ditemukan beberapa landasan berpikir ilmiah berupa kerangka teoritis tentang Analisis pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham perusahaan manufaktur.

 

 

Analisis Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham perusahaan Manufaktur

Inflasi

Meningkat

Menurun

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.   Tujuan Penelitian
    1. Untuk mendeskripsikan fungsi inflasi terhadap perusahaan manufaktur CV. Firmansyah Meubel.
    2. Untuk mengetahui pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham pada perusahaan manufaktur CV. Firmansyah Meubel.

G. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini diharapkan mampu memberikan konstribusi yang besar kepada masyarakat pada khususnya kepada CV. Firmansyah Meubel, baik secara teoritis maupun secara  praktis.

  1. Kegunaan secara teoritis
    1. Hasilnya dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam perkembangan mata kuliah  Manajemen keuangan.
    2. Untuk dikaji dan dipelajari oleh mahasiswa yang mengambil program studi Ekonomi Syariah.
    3. Kegunaan secara praktis
      1. Memberikan masukan atau kontribusi kepada pemerintah dan masyarakat mengenai pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham perusahaan manufaktur (studi analisis CV. Firmansyah Meubel).
      2. Sebagai bahan masukan kepada pegawai atau karyawan CV. Firmansyah Meubel  dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing.
      3. H.  Metode Penelitian

Penelitian adalah suatu metode ilmiah yang dilakukan melalui penyelidikan dengan seksama dan lengkap, terhadap semua bukti-bukti yang dapat diperoleh mengenai suatu permasalahan tertentu, sehingga dapat diperoleh pemecahan permasalahan. Sedangkan metode penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematik, dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala tertentu, dengan jalan menganalisanya[13].

Pada prinsipnya dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut:

  1. 1.      Metode Pendekatan dan Sumber Data
    1. Metode Pendekatan

          Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, karena dalam penelitian ini penulis mencoba menggambarkan analisis pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham perusahaan manufaktur pada CV. Firmansyah Meubel.

  1. Sumber Data

            Sesuai dengan jenis data yang digunakan dalam maka yang menjadi sumber data adalah:

1)      Sumber data primer dalam penelitian ini adalah inflasi pada perusahaan manufaktur CV. Firmansyah Meubel.

2)      Sumber data sekunder adalah data yang mengandung sumber data primer yang dapat berupa buku-buku literatur, peraturan-peraturan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

  1. 2.      Lokasi Penelitian

Dalam menyusun skripsi penulis mengambil lokasi penelitian di CV. Firmansyah Meubel dengan pertimbangan bahwa:

  1. CV. FIRMANSYAH MEUBEL menerapkan pola dan fungsi manajemen keuangan.
  2. Mudah dijangkau, karena dekat.
  3. 3.      Instrumen Penelitian

            Instrumen adalah alat yang digunakan untuk memperoleh data yang sesuai dengan obyek pembahasan. Oleh karena itu, instrumen dalam penelitian meliputi seluruh sarana yang digunakan mengumpulkan data-data yang diperlukan. Di samping itu, instrumen penelitian juga meliputi peneliti dan informan atau sumber informasi.

            Menurut Moleong bahwa dalam penelitian kualitatif pencari tahu alamiah dalam pengumpulan data lebih banyak bergantung pada peneliti.[14] Mengingat peneliti ini merupakan peneliti kualitatif, maka menjadi instrumen utama adalah peneliti. Hal ini sejalan dengan kriteria penelitian kualitatif yang menganggap bahwa seorang peneliti sekaligus sbagai instrumen penelitian. Dengan demikian, pemecahan masalah dan intensitas penelitian sangat ditentukan oleh peneliti sebagai instrumen utama. Artinya bahwa kemampuan personal penelitian dalam mengumpulkan data dan menganalisis data, sangat menetukan hasil penelitian.

            Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu penelitian yang beusaha menggambarkan objek penelitian apa adanya.

  1. 4.      Populasi dan Sampel Penelitian
    1. Populasi

Dalam suatu penelitian ilmiah, penentuan populasi merupakan unsur yang sangat penting. Untuk itu penulis akan mengemukakan beberapa pengertian populasi, sebagai berikut:

1)      Populasi adalah kelompok besar individu yang mempunyai karakteristik umum.[15]

2)      Populasi adalah data yang menjadi perhatian peneliti dalam suatu ruang lingkup dan waktu. Jadi populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya.[16]

3)      Populasi keseluruhan objek penelitian.[17]

Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, populasi diartikan sebagai suatu keseluruhan subjek penelitian. Apabila seorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka pnelitiannya merupakan penelitian populasi studi dan penelitian juga disebut studi atau sensus.[18]

Dari pengertian di atas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa, populasi tidak lain adalah keseluruhan individu yang menjadi objek penelitian. Populasi tidak terbatas bahkan ada yang tidak dapat dihitung jumlah dan besarnya sehingga tidak mungkin diteliti. Kalupun akan diteliti, memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang sangat mahal dan tidak praktis. Oleh karena itu, perlu dipilih sebagian saja asal memiliki sifat-sifat yang sama dengan populasinya.[19] Penelitian populasi untk melihat semua lika-liku yang ada dalam populasi, kemudian objek dalam populasi yang diteliti hasilnya dianalisis, disimpulkan dan kesimpulan itu berlaku seluruh populasi yang diteliti hasilnya dianalisis, disimpulkan dan kesimpulan itu berlaku seluruh populasi.

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Direktur dan Krayawan Perusahaan Manufaktur kota Watampone.

  1. Sampel

Sampel ditentukan dengan metode random sampling yaitu suatu cara pemilihan sejumlah elemen dari populasi untuk menjadi anggota sampel, pemilihan dilakukan sedemkian rupa sehingga elemen mendapat kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi angg0ota sampel.[20]

Adapun sampel dalam penelitian ini adalah dipilih secara proporsional. Metode ini digunakan karena banyaknya data populasi.

  1. Dokementasi

Yakni teknik ini dilakukan dengan langsung ke lokasi penelitian untuk melihat dokumen yang tertulis mengenai data yang berkaitan dengan masalah inflasi pada perusahaan manufaktur.

  1. d.      Teknik Pengumpulan Data

                        Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

  1. Studi Kepustakaan (Librari Research)

Library research yaitu metode yang digunakan dengan jalan menelaah beberapa buku literatur yang berkaitan dengan yang diteliti untuk dijadikan konsep atau teori dalam pembahasan skripsi ini.

Dengan mengkomparasikan beberapa literatur kepustakaan melalui resensi buku yang membahas tentang inflasi (kenaikan harga), indeks harga dan saham (surat bukti kepemilikan modal).

  1. Wawancara ( Interview)

      Menurut Fred. N. Kerlinger, wawancara adalah situasi peran antara pribadi bertatap muka ketika seseorang yakni pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk memperoleh jawaban yang relevan dengan masalah penelitian kepada seseorang responden.[21]

Pada kegiatan ini peneliti melakukan wawancara (interview) kepada Pemilik Perusahaan Manufaktur di kota Watampone. Adapun jenis wawancaranya yang digunakan dalam penulisan ini adalah:

1)        Wawancara (interview) berencana,

Yakni wawancara (interview) yang disertai dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.

2)         Wawancara (interview) bebas,

Yakni wawancara (interview) yang tidak disertai daftar pertanyaan.

  1. e.       Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu menggambarkan:

  1. Fungsi inflasi terhadap perusahaan manufaktur
  2. Pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham perusaan manufaktur

                        Berdasarkan hal tersebut, maka jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggadakan pendekatan kualitatif, yang artinya penelitian yang bermaksud mendeskripsikan tentang situasi dan kejadian-kejadian apa adanya dalam arti mengakumulasi tentang situasi dan kejadian-kejadian apa adanya dalam arti mengakumulasi data dasar secara deskriptif dan tidak perlu mencari korelasoonal, membuat ramalan, atau mnedapatkan makna dan implikasi.

  1. I.     Garis-garis Besar Isi Skripsi

Skripsi  ini akan dibagi dalam beberapa bab dan sub bab antara lain :

              Bab satu adalah Pendahuluan yang berisikan Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Pengertian Judul, Kerangka teori, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Metode penelitian  serta,  garis-garis besar isi skripsi.

               Bab dua adalah Tinjauan Pustaka berisikan, pada bab ini penulis mengkaji dua aspek yaitu Fungsi inflasi dan pengaruh inflasi terhadap indeks harga saham.

              Bab tiga penulis membahas metodologi penelitian menentukan metode pendekatan dan sumber data, lokasi penelitian, instrumen penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.

              Bab empat adalah Pembahasan Hasil Penelitian yang berisikan,  fungsi inflasi terhadap perusahaan manufaktur dan pengaruh inflasi terhadap harga saham perusahaan manufaktur.

              Bab lima  Penutup yang berisikan Kesimpulan dan Saran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Pusat Pembinaan dan Pemahaman Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesi, cet. II, Jakarta: Balai Pustaka, 1989

Sadono Sukirno, Makroekonomi Modren, Ed. I, Cet. II, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000

Julius C. Rumpak, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet. I, Jakarta: Balai Pustaka, 2002

Khuzaifah, Dimyanti dan Kilk Wardianto. Metode Penelitian Hukum Surakarta: universitas Muhammadiyah Surakarta 2004

Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Cet.II; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000

Ibnu Hadjar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan, Cet. I; Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1996

Lexy J. Moleoung, Metologi penelitian Kuantitatif, Cet. XV; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2001

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Cet. XII; Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002

Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Cet. V; Bandung: Sianar Baru Algesindo, 1997

Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian, Ed. I, Cet.I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999

Amiruddin dan Zainal, Pengantar Metode penelitian Hukum, Ed. I, Cet. I; Jakarta: PT> RajaGrafindo Persada, 2004

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta

Sandono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar, Ed. III, Cet. IX; Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010

Jeff Madura, Manajemen Keuangan Internasional, Ed. IV, Cet. I; Jakarta: Erlangga, 2000

 Harmono, S.E., Msi., Manajemen Kuangan, Cet. I, Jakarta: PT Bumi Prakarsa, 2009

Paul A. Samuelson, Makroekonomi,Ed. XIV, Jakarta: Erlangga, 1992

N. Gregory Mankiw, Makroekonomi, Ed. VI; Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2007

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OUT LNE

BAB I       :  PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang
  2. B.     Rumusan Masalah
  3. C.    Pengertian Judul
  4. D.    Kerangka Teori
  5. E.     Tujuan Penulisan
  6. F.     Kegunaan Penulisan
  7. G.    Garis-garis Besar Isi Skripsi

BAB II      :  KAJIAN PUSTAKA

  1. A.    Pengertian Inflasi
  2. B.     Penyebab Inflasi
  3. C.    Dampak  dari Inflasi

BAB III    :  METODOLOGI PENELITIAN

  1. A.    Lokasi Penelitian
  2. B.     Metode Pendekatan dan Sumber Data
  3. C.    Instrumen Penelitian
  4. D.    Populasi dan Sampel Penelitian
  5. E.     Teknik Pengumpulan Data
  6. F.     Teknik Analisis Data

BAB IV    :  PEMBAHASAN

  1. A.    Fungsi Inflasi Terhadap Perusahaan Manufaktur CV. FIRMANSYAH MEUBEL
  2. B.     Pengaruh Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Perusahaan CV. FIRMANSYAH MEUBEL

BAB V      :  PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan
  2. B.     Saran

[1] Sandono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar, (Ed. III, Cet. IX; Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010), h. ix

[2] Ibid., h 33

[3] Paul A. Samuelson, Makroekonomi,(Ed. XIV, Jakarta: Erlangga, 1992), h 306

[4] N. Gregory Mankiw, Makroekonomi,(Ed. VI; Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2007), h.86

[5] Dr. Harmono, S.E., Msi., Manajemen Kuangan, (Cet. I, Jakarta: PT Bumi Prakarsa, 2009), h. 56

[6] Pusat Pembinaan dan Pemahaman Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (cet. II, Jakarta: Balai Pustaka, 1989), 32

[7] Sadono Sukirno, Makroekonomi Modren, (Ed. I, Cet. II, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2000), h. 10

[8] Ibid,h. 23

[9] Julius C. Rumpak, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Cet. I, Jakarta: Balai Pustaka, 2002), h. 977

[10] Sadono Sukirno, op.cit., h. 424

[11] Ibid., h. 10

[12] Jeff Madura, Manajemen Keuangan Internasional, (Ed. IV, Cet. I; Jakarta: Erlangga, 2000), h. 89

[13]  Khuzaifah, Dimyanti dan Kilk Wardianto. Metode Penelitian Hukum (Surakarta: universitas Muhammadiyah Surakarta 2004), h. 1

[14] Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Cet.II; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), h. 19

[15] Ibnu Hadjar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan, (Cet. I; Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1996), h. 133

[16] Lexy J. Moleoung, Metologi penelitian Kuantitatif, (Cet. XV; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2001), h. 118

[17] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, (Cet. XII; Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002), h. 108

[18] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, ( Jakarta: Rineka Cipta), h. 115

[19] Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, (Cet. V; Bandung: Sianar Baru Algesindo, 1997), h 71

[20] Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian, (Ed. I, Cet.I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999), h. 112

[21] Amiruddin dan Zainal, Pengantar Metode penelitian Hukum,(Ed. I, Cet. I; Jakarta: PT> RajaGrafindo Persada, 2004), h. 30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s