Dinamika Pasar
(Faktor Pendukung Dinamika Pasar)
Hadis Pertama
حَدَّ ثَنا أَبُو بُكْرَبْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ وَاللفَظُ لاْبْنِ أَبِي شَيْبَةُ قَالَ أِسْحَقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ اْلآخَرَانِ حَدَّثَنَا وَكَيْعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ خَالِدٍ اْلحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ عَنْ أَبِي اْلأَشْعَثِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ لصَّامِتِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلُى الله عليه وسلم الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ والْبُرُّ بِالْبُرِّوَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ وَالتَّمْرُبِالتَّمرِوَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اجْتَلَفَتْ هَذِهِ اْلأَصْنَافُ فَبِيعُواكَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيْدٍ. رواه مسلم
Artinya:  
Telah diceritakan kepada kami dari Abu Bakar Bin Abi Syaebah, Amrun An-Naqid, ishak Bin Ibrahim dan lafadznya oleh Ibnu Abi syaebah, Ishak berkata telah di kabarkan kepada kami, yang lainya berkata telah diceritakan kepada kami dari sufyan dari Khalid al-khadsa dari Abi Qilabah dari Abi asy’ab dari Ubadah Bin As-Shamit beliau berkata Rasulullah SAW bersabda: “Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim)
Hadis kedua    
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ هُوَ ابْنُ سَلاَّمٍ عَنْ يَحْيَى قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَبْدِالْغَافِرِ أَنَّهُ سَمِعَأَبَا سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيَّ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ بَلاَلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلُى الله عليه وسلم بِتَمْرٍ بَرْنِيٍ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلُى الله عليه وسلم مِنْ أَيْنَ هَذَا قَالَ بِلاَلٌ كَانَ عِنْدَنَا تَمْرٌ رَدِيٌّ فَبِعْتُ مِنْهُ صَاعَيْنِ بِصَاعٍ لِنُطْعِمَ النَّبِيَّ صلُى الله عليه وسلم فَقَالَ النَّبِيُّ صلُى الله عليه وسلم عِنْدَ ذَلكَ أَوَّه أَوَّه عَيْنُ الرِّبَا تَقْعَلْ وَلَكِنْ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَشْتَرِيَ فَبِعِ التَّمْرَ بِبَتْعِ آخْرَ ثُمَّ اشْتَرِه. رواه لبحاري
Artinya:
Telah diceritakan kepada kami Ishak, diriwayatkan kepada kami Yahya Bin Shaleh, meriwayatkan kepada kami Muawiyah (Ibn Salam) dan yahya berkata saya mendengar Uqbah Bin Abd.Gafir diriwayatkan dari  Abd said Al Khudri: Suatu ketika Bilal membawa kurma barniy kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau bertanya kepadanya,”Darimana  kamu memperoleh ini?” Bilal menjawab, ”Aku mempunyai sebuah kurma dengan kualitas yang rendah dan menukar 2 sha’ kurma itu dengan 1 sha’ kurma barniy dengan maksud memberikan kepada Nabi Saw”. Seketika itu juga Nabi Muhammad SAW bersabda, “hati-hati! Hati-hati! Ini riba! Ini riba! Jangan berbuat seperti itu. Apabila kamu ingin membeli kurma yang bagus kualitasnya, jualah kurma yang kualitasnya rendah itu kemudian gunakan uangnya untuk membeli kurma yang lebih bagus”.(HR.Bukhari)
Kandungan Hadis
Hadis pertama:
    Menjelaskan bahwa barter itu tidak boleh dilakukan karena tidak terdapat manfaat didalamnya. Dimana  barang yang dibarter itu harus memiliki kualitas dan kuantitas yang sama/sebanding. Jika barang yang dibarter itu tidak memiliki kualitas dan kuantitas yang sama/sebanding maka hal itu tidak boleh dilakukan karena akan terjadi riba didalamnya.
    Dalam hadis ini juga dijelaskan bahwa barter boleh dilakukan, apabila barang yang berbeda dan kamu jual barang itu dengan tunai kemudian membeli barang yang kamu butuhkan.
Para ulama telah menyepakati bahwa keenam komoditi (emas, perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam) yang disebutkan dalam hadits di atas termasuk komoditi ribawi. Sehingga enam komoditi tersebut boleh diperjualbelikan dengan cara barter asalkan memenuhi syarat. Bila barter dilakukan antara komoditi yang sama -misalnya kurma dengan kurma, emas dengan emas, gandum dengan gandum-, maka akad tersebut harus memenuhi dua persyaratan.
Persyaratan pertama, transaksi harus dilakukan secara kontan (tunai). Sehingga penyerahan barang yang dibarterkan harus dilakukan pada saat terjadi akad transaksi dan tidak boleh ditunda seusai akad atau setelah kedua belah pihak yang mengadakan akad barter berpisah, walaupun hanya sejenak. Misalnya, kurma kualitas bagus sebanyak 2 kg ingin dibarter dengan kurma lama sebanyak 2 kg pula, maka syarat ini harus terpenuhi. Kurma lama harus ditukar dan tanpa boleh ada satu gram yang tertunda (misal satu jam atau satu hari) ketika akad barter. Pembahasan ini akan masuk riba jenis kedua yaitu riba nasi’ah (riba karena adanya penundaan).
Persyaratan kedua, barang yang menjadi objek barter harus sama jumlah dan takarannya, walau terjadi perbedaan mutu antara kedua barang. Misalnya, Ahmad ingin menukar emas 21 karat sebanyak 5 gram dengan emas 24 karat. Maka ketika terjadi akad barter, tidak boleh emas 24 karat dilebihkan misalnya jadi 7 gram. Jika dilebihkan, maka terjadilah riba fadhl.
Jika dua syarat di atas tidak terpenuhi, maka jual beli di atas tidaklah sah dan jika barangnya dimakan, berarti telah memakan barang yang haram.
Hadis kedua:
    Menjelaskan tentang transaksi jual beli barter dengan kualitas dan kuantitas barang yang berbeda termasuk riba (larangan barter kurma kualitas rendah dengan kualitas tinggi). Dimana kita dapat melihat transaksi yang terdapat dalam hadis tersebut, barter kurma dengan kualitas tinggi dengan kurma kualitas rendah dengan perbandingan 2:1 dan tambahanya itulah yang disebut riba dan riba itu dilarang sebagaimana yang terdapat dalam (QS.Al-Baqarah:275).
Barter yang terdapat dalam hadis tersebut termasuk bagian dari riba Fadhl karena terjadi pada jual beli barang sejenis/ Barter yang tidak mempunyai kesamaan kualitas dan kuantitas.

Dinamika Pasar
(Faktor Pendukung Dinamika Pasar)

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
 Hadis Istishad Pada Semester V Jurusan Syariah
 Program Studi Ekonomi Syariah

Oleh:
FITRIANI
( 01.09.3037 )
Ek.Syar 2

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
WATAMPONE
2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s