Makalah Manajemen Koperasi

PERAN KOPERASI
DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA

Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
 Manajemen Koperasi Pada Semester V Jurusan Syariah
 Program Studi Ekonomi Syariah

Oleh:
FITRIANI
( 01.09.3037 )
Ek.Syar 2

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
WATAMPONE
2011

KATA PENGANTAR
 
    Puji dan syukur di persembahkan ke hadirat allah SWT, karena berkat Taufik dan hidayah-Nya sehingga tema yang menjadi Judul penyusunan makalah ini yaitu “PERAN KOPERASI DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA” dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarganya dan sahabatnya.
    Penyusunan  makalah ini mencoba memberikan gambaran tentang sistem aliran mu’tazilah dan pengaruhnya serta prinsip-prinsip ajaranya. Namun, demikian di yakini bahwa makalah ini jauh dari sempurna, masih terdapat kekurangan dan kelemahan.
    Menyadari hal demikian itu, penyusun berharap kiranya dapat memberikan saran dan kritik guna perbaikan dan penyempurnaan penyusunan makalah selanjutnya. Akhirnya kita berdoa, mudah-mudahan upaya ini menjadi amal ibadah yang di ridhai Allah SWT.Amiiin……..

Watampone, November 2011

Penyusun,

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL                                    i
KATA PENGANTAR                                ii
DAFTAR ISI                                        iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang                                4
B.    Identifikasi masalah                                 5
C.    Tujuan penulisan                                 5
D.    Manfaat penulisan                                 5
BAB II PEMBAHASAN
A.    Koperasi Di Indonesia                            6
B.    Fungsi dan peran koperasi Indonesia                        8
C.    Prinsip koperasi                                9
D.    Koperasi berlandaskan hukum                        10
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan                                     11
B.    Saran                                        12
DAFTAR PUSTAKA                                    13

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembangunan koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha.
Pada masa sekarang secara umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan. Namun demikian, koperasi masih memiliki berbagai kendala untuk pengembangannya sebagai badan usaha. Hal ini perlu memperoleh perhatian dalam pembangunan usaha koperasi pada masa mendatang.
Perkembangan koperasi secara nasional di masa datang diperkirakan menunjukkan peningkatan yang signifikan namun masih lemah secara kualitas. Untuk itu diperlukan komiten yang kuat untuk membangun koperasi yang mampu menolong dirinya sendiri sesuai dengan jatidiri koperasi. Model pengembangan koperasi pada masa datang yang ditawarkan adalah mengadobsi koperasi yang berhasil seperti Koperasi Kredit, Koperasi simpan pinjam dan lainnya  dan Model Pengembangan Pemecahan Masalah sesuai dengan kondisi koperasi seperti  penataan kelembagaan koperasi yang tidak aktif dan koperasi aktif tidak melaksanakan RAT. Untuk memberdayakan koperasi baik yang sudah berjalan dan tidak aktif perlu dibangun  sistem pendidikan yang  terorgniser dan harus dilaksanakan secara konsesten untuk mengembangkan organisasi, usaha dan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.Inilah salah satu nilai koperasi yang tidak ada pada organisasi lain yang perlu terus dilaksanakan dan dikembangkan.

B.    Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut,diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut:
1.    Pengertian koperasi ?
2.    Bagaimana perkembangan koperasi di Indonesia?
3.    Bagaimana fungsi dan peranan koperasi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia?
C.    Tujuan Penulisan
Tujuan makalah ini adalah:
1.    Untuk mengetahui apa itu koperasi
2.    untuk mengetahui perkembangan koperasi di Indonesia
3.    peranan koperasi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia
D.    Manfaat Penulisan
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat member kontribusi dalam
mengembangkan ilmu ekonomi manjemen khususnya fungsi dan peranan koperasi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Koperasi Di Indonesia
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus.Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.
B.    Fungsi dan peran koperasi Indonesia
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar.
Peran koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari:
a.    kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor,
b.    penyedia lapangan kerja yang terbesar,
c.    pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,
d.    pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta
e.    sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang.
Pemberdayaan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu menyelaraskan struktur perekonomian nasional, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi tingkat pengangguran terbuka, menurunkan tingkat kemiskinan, mendinamisasi sektor riil, dan memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.
Sulit mewujudkan keamanan yang sejati, jika masyarakat hidup dalam kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi. Sulit mewujudkan demokrasi yang sejati, jika terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat, serta sulit mewujudkan keadilan hukum jika ketimpangan penguasaan sumberdaya produktif masih sangat nyata. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi antara lain :
1.    Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2.    Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.    Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4.    Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
C.    Prinsip koperasi
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah:
1.    Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
2.    Pengelolaan yang demokratis,
3.    Partisipasi anggota dalam ekonomi,
4.    Kebebasan dan otonomi,
5.    Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
1)    Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2)    Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
3)    Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
4)    Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5)    Kemandirian
6)    Pendidikan perkoperasian
7)    Kerjasama antar koperasi
D.    Koperasi berlandaskan hukum
Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah [Organisasi] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan. Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULA
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa. Koperasi juga sebagai pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat strategis dalam perekonomian nasional, sehingga perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional pada masa mendatang.
B.    SARAN
Dalam makalah ini informasi mengenai PERAN KOPERASI DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA masih belum lengkap, sehingga diharapkan informasi lebih lanjut dari pembaca agar dapat melengkapinya. Dan Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak terlepas dari hambatan. Oleh karena itu, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik dari teman-teman yang sifatnya membangun untuk pembuatan makalah selanjutnya. Semoga hal-hal yang telah kami angkat sebagai pembahasan dapat menjadi pedoman atau acuan bagi teman-teman untuk bisa mengkaji masalah tersebut.
    

DAFTAR PUSTAKA
Di kutip dari http://www.anneahira.com/manajemen koperasi/pengertian-manajemen koperasi.htm –
Dikutip dari http://berita-public.blogspot.com/2008/11/ruanglingkup  manajemen koperasi .html-
sumber: http://haxims.blogspot.com/2009/12/5-peranan-manajemen koperasi-dalam-perkembangan-perekonomian.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s