Latar Belakang
Distro, yang merupakan singkatan dari Distribution Outlet merupakan suatu tempat untuk mendistribusikan suatu barang dalam jumah yang terbatas. Jumlah barang yang terbatas inilah yang membedakan distro dengan toko-toko yang menjual produk-produk buatan pabrik. Karena jumlah yang dijual yang terbatas, maka keuntungan jika kita memakai barang-barang distro adalah tidak banyak orang yang memakai barang yang sama seperti kita pakai alias bukan barang pasaran.
Berbagai model pakaian dengan design baru dikeluarkan oleh produsen tiap harinya. Konsumen produk fashion juga semakin antusias menyambut model-model baru yang dirilis. Tak heran berbagai outlet penjualan produk fashion tidak pernah sepi. Maka menjamurlah berbagai bentuk bisnis clothing ini, mulai dari butik, factory outlet, distro, mobile disto dan lain sebagainya.
Seiring dengan berkembang pesatnya mode berpakaian pada jaman sekarang, orang-orang terutama anak muda berusaha tidak ketinggalan jaman dalam hal berpakaian dengan mengikuti mode yang sedang menjadi tren. Dalam berpakaian sehari-hari seolah mereka tidak ingin ketinggalan jaman dengan tren yang saat ini sedang “in”. Bahkan mereka seringkali mencoba ingin menjadi tren setter, dengan berpakaian unik dan kreatif. Hal ini membuat para anak-anak muda berlomba-lomba untuk tidak ketinggalan jaman dalam hal berpakaian.
Untuk menjadi wirausaha tentu kita harus mengerti apa yang sesungguhnya dimaksud dengan usaha, apa tujuan kita menjalankan usaha tersebut, dan bagaimana agar usaha kita dapat berhasil. Usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh keuntungan dan keberhasilan dalam hal keuangan agar dapat memenuhi kebutuhannya pemilik usaha.
Dengan kemampuan bagi banyak pelaku usaha, bisnis distro baik kaos atupun yang lainnya menjadi salah satu alternatif usaha yang bisa dibilang cukup diminati karena potensinya untuk maju sangat besar di jaman seperti sekarang ini. Mengingat lifestyle atau gaya hidup anak muda yang sudah menjadikan pakaian tersebut sebagai atribut atau identifikasi dari ekspresi diri mereka.
Namun demikin dalam menjalankan usahanya, kadang-kadang dunia usaha tidak mampu mencukupi kebutuhan dana bagi pembiayaan usaha jika hanya mengandalkan sumber dana dari dalam sehingga memerlukan dukungan dari perbankan. Oleh karena itu, bantuan dana perbankan juga menjadi salah satu alternatif pedagang untuk menambah modal kerja usahanya.
Hal ini juga dialami oleh usaha kami, kami sebagai pelaku usaha yang baru memulai suatu usaha, keterbatasan modal menjadi masalah utama kami untuk memulai usaha yang akan kami jalankan. Oleh karena itu, kami sangat memerlukan suntikan dana dari pihak perbankan demi tercapainya tujuan visi dan misi kami menjalankan usaha kami ini.
    Analisis Agunan
Untuk melindungi dana yang dikucurkan oleh pihak perbankan untuk tujuan pembiayaan maka pihak perbankan membuat pengamanan. Sebagai bahan pertimbangan pihak perbankan, maka nasabah mengajukan permohonan pembiayaan dengan agunan sebagai berikut:
    Sebidang tanah dan bangunannya, dimana:
    Luasnya adalah 100 m2
    Dengan panjang 20 m dan lebarnya 5 m
    Dengan bangunan sebuah ruko
    Rumah tersebut berada di Jalan Lansat
Adapun transaksi agunan sebagai berikut:
Besarnya permintaan    Jenis jaminan    Harga/nilai pasar    Nilai likuidasi
Rp. 300.000.000    Tanah dan bangunan
    Rp. 500.000.000    90% x 500.000.000
=Rp. 450.000.000
 Nilai pembiayaan = 100
Rasio jaminan = (Nilai Likuidasi)/(Nilai Pembiayaan)×100
    =  
    = Rp. 450.000.000,-
Jadi seorang nasabah layak untuk diberikan pembiayaan sebesar Rp 300.000.000,- (Tiga ratus juta rupiah), karena setelah diadakan rasio jaminan didapat bahwa nilai lebih besar dari pada permintaan pembiayaan.
    Analisis Kelayakan Pembiayaan
Bisnis/usaha dalam kehidupan manusia tidak dapat terlepaskan karena bisnis/usaha dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dimana dapat dikatakan berhasil dan memberikan keuntungan jika usaha yang dijalankan dapat mengembalikan modal yang telah diinvestasikan dalam jangka waktu tertentu.
Berhasil atau tidaknya bisnis/usaha tersebut untuk menentukan layak atau tidaknya pihak perbankan memberikan pembiayaan terhadap usaha tersebut. Salah satu analisis yang digunakan untuk melihat layak tidaknya usaha ini didirikan yaitu melalui analisis SWOT.
Analisis SWOT
    Adapun yang menjadi kekuatan (strengths)  dari usaha ini adalah:
    Lokasinya yang strategis.
    Produk-produknya unik dan berkualitas.
    Hasil produksi yang selalu update sehingga pelanggan menjadi tertarik, puas dan  loyal.
    Fashionable, yaitu modern dan sesuai dengan mode serta menjadi lifestyle.
    Karena jumlah barang terbatas, maka keuntungan jika kita memakai barang-barang distro adalah tidak banyak orang yang memakai barang yang sama seperti kita pakai alias bukan barang pasaran.
    Adapun yang menjadi kelemahan (weaknesses)  dari usaha ini adalah:
    Harga yang ditawarkan relatif mahal.
    Kurangnya promosi tentang hasil produksi.
    Belum memiliki banyak pelanggan karena kurangnya promosi.
    Manajemen yang masih bersifat sederhana
    Adapun peluang (opportunities) yang ada yaitu:
    Pangsa pasar yang luas.
    Persaingan pasar yang masih terbatas.
    Lokasi usaha yang dekat dengan pusat kota.
    Tingkat permintaan yang selalu bertambah.   
    Dalam menjalankan suatu usaha, pedagang menghadapi yang namanya ancaman dan tantangan (threats). Ancaman dan tantangannya adalah:
    Munculnya pesaing baru dibidang usaha yang  sama
    Kurangnya kepercayaan publik terhadap kualitas barang yang diperjualbelikan
Berdasarkan analisis SWOT diatas, dimana kekuatan usaha ini lebih besar daripada kelemahannya atau S>W, dan peluang yang dimiliki usaha ini lebih besar daripada tantangan yang harus dihadapi atau O>T. Jadi usaha ini mempunyai kekuatan dan peluang yang besar.
    Aspek – Aspek yang Mendukung Pendirian Usaha
Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan untuk menentukan layak tidaknya usaha ini didirikan, dimana masing-masing aspek akan saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Yang artinya apabila salah satu aspek tidak terpenuhi, maka akan dilakukan perbaikan demi kelancaran usaha.
Beberapa aspek-aspek yang perlu dilakukan studi kelayakan adalah sebagai berikut:
    Aspek Hukum
Melalui aspek suatu usaha atau bisnis yang akan mendapatkan pembiayaan harus memiliki kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan. Adapun surat-surat penting yang dimiliki usaha ini yang dapat diteliti keabsahaannya yaitu:
    Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    Kartu Keluarga (KK)
    Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    Sertifikat Tanah Hak Milik
    Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB)
    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    Aspek Pasar dan Pemasaran
Dalam kaitannya dengan studi kelayakan usaha suatu proyek, aspek pasar dan pemasaran sangat menentukan hidup matinya suatu usaha. Apabila aspek pasar dan pemasaran tidak diteliti secara benar maka tujuan dari usaha tersebut tidak akan tercapai bahkan mungkin usaha itu terancam bagkrut.  
Analisis aspek pasar dan pemasaran Meliputi strategi pemasaran yang dilakukan. Dalam mendirikan distro harus mencari tempat yang strategis, karena sebagian konsumennya anak muda maka sebaiknya distro dibangun atau didirikan di tempat yang biasa anak muda sering berkumpul.
Dengan cara ini tentu distro yang didirikan akan menarik perhatian bagi para anak muda tersebut dan kemudian mengunjungi distro tersebut. Selain dengan cara tersebut, orang banyak menggunakan internet untuk mempromosikan distronya. Blog dan situs pertemanan sering digunakan untuk memperkenalkan distro yang dia dirikan kepada orang-orang. Selain itu mempromosikan melalui mulut ke mulut juga cukup efektif. Apalagi distro merupakan tempat anak-anak muda berkumpul, pasti mereka akan memberi tahu kepada temannya untuk mengunjungi distro tersebut.
    Aspek keuangan
Aspek yang dinilai dalam aspek keuangan adalah sumber-sumber dana yang dimiliki untuk pembiayaan usahanya serta penggunaan dananya.
Biaya kebutuhan investasi
I   Biaya prainvestasi     Rp   25.000.000,00
II  Pembelian aktiva tetap    
    Pembelian tanah     Rp   70.000.000,00
    Biaya Bangunan dan prasarana    
    Bangunan toko     Rp   50.000.000,00
    Genset 1 buah     Rp     3.000.000,00
    Sarana dan perlengkapan lainnya     Rp   12.000.000,00
    Biaya pembelian peralatan    
    Listrik PLN     Rp     7.000.000,00
    Pengadaan barang dagang      Rp 100.000.000,00
    Investasi toko    
    Lemari kaca      Rp   10.000.000,00
    Telepon      Rp     2.000.000,00
    Komputer      Rp     3.000.000,00
    Meja 1 buah     Rp     1.000.000,00
    Kursi 2 buah
    Gantungan baju     Rp     1.500.000,00
    Patungan baju
    Kantong plastik     Rp     5.000.000,00
Jumlah kebutuhan investasi    Rp  300.000.000,00

                        
                        
 Estimasi Laporan Laba Rugi                         
 Keterangan      Tahun
    2012     2013    2014
 Pendapatan           Rp      100.000.000           Rp      200.000.000           Rp      500.000.000
 Total Biaya      Rp        15.000.000           Rp        10.000.000           Rp          7.000.000     
 Penyusutan      Rp        50.000.000           Rp      140.000.000           Rp      100.000.000     
      Rp        65.000.000      Rp        65.000.000      Rp      150.000.000      Rp      150.000.000      Rp      107.000.000      Rp      107.000.000
 Laba Sebelum Pajak dan Basil (EAIT)           Rp        35.000.000           Rp        50.000.000           Rp      393.000.000
 Pajak 10% dari EAIT           Rp          3.500.000           Rp          5.000.000           Rp        39.300.000
 Laba Setelah Pajak (EAT)           Rp        31.500.000           Rp        45.000.000           Rp      353.700.000
 Basil 50%           Rp        15.750.000           Rp        22.500.000           Rp      176.850.000
 Laba Setelah Basil dan Pajak           Rp        15.750.000           Rp        22.500.000           Rp      176.850.000
 Aliran Kas Bersih           Rp        81.500.000           Rp      185.000.000           Rp      453.700.000

Payback Period (PP)
Dimana masa pengembalian dari investasi untuk usaha ini dapat dilihat melalui perhitungan melalui rumus PP berikut ini:
Investasi     =     Rp300.000.000,-
Kas bersih tahun 1    =    Rp81.500.000,-
        Rp    218.500.000,-
Kas bersih tahun 2    =    Rp185.000.000,-
Belum cukup        Rp    33.500.000,-
Kas bersih tahun 3    =    Rp    453.700.000,-
Kelebihan         Rp    420.200.000,-
PP Tahun 3     =       = 0,9 atau 1 bulan
Maka PP           =  2 tahun 1 bulan
ARR (Average Rate of Return)
Adapun  rata-rata pengembalian bunga dimana melalui perbandingan antara rata-rata setelah pajak (EAT) dengan rata-rata investasi adalah sebagai berikut:
 
 
=  (35.000.000+50.000.000+393.000.000)/3  = 216.000.000
ARR (%)   =   (Rata-rata EAT)/(Rata-rata Investasi)

 
=  150.000.000/216.000.000  = 0,694 = 69,4%

NPV (Net Present Value)
Maka nilai bersih sekarang yang merupakan perbandingan antara PV kas bersih dengan PV investasi selama umur investasi adalah sebagai berikut:
DF tahun 2012    =   1/〖(1+0,20)〗^1    =  0,833
DF tahun 2013    =  1/〖(1+0,20)〗^2    = 0,694
DF tahun 2014    = 1/〖(1+0,20)〗^3   = 0,579
    

Tahun    Kas Bersih    DF (20%)    PV kas bersih
1    Rp        81.500.000    0,833    Rp.        189.507.500,-
2    Rp      185.000.000    0,694    Rp.        173.500.000,-
3     Rp      453.700.000     0,579    Rp.        233.771.250,-
Total PV kas bersih    Rp.       596.778.750,-
Total PV investasi    Rp.        500.000.000,-
Jumlah     Rp.         96.778.750,-

Dari data di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa investasi untuk usaha ini layak untuk dijalankan berdasarkan dari Net Present Value (NPV) didapatkan hasil yang positif.

 
     Aspek teknis/produksi
Dalam aspek ini yang akan diteliti adalah lokasi usaha. Di mana lokasi usaha yang dekat dengan pasar sangat menentukan besarnya omset penjualan. Selain itu teknologi yang digunakan dalam usaha berpegaruh terhadap besarnya laba dan keuntungan yang diperoleh.

    Aspek manajemen/organisasi
Yang dinilai dalam aspek ini adalah para pengelola usaha dan struktur organisasi yang ada. Pemimpin yang profesional, akan dapat membantu lancarya usaha yang dijalankan

    Aspek ekonomi sosial
Melalui aspek ini dapat diketahui pengaruh usaha. terdapat dalam perekonomian salah satunya adalah peningkatan pendapatan masyarakat, baik itu bagi tenaga kerja mapun para pegawainya.

    Aspek dampak lingkungan
Analisis ini merupakan analisis yang paling diibutuhkan karena setiap proyek yang dijalankan akan sangat besar dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

    Susunan Pengurus
Adapun susunan pengurus dalam usaha toko baju ini adalah:
DISTRO MUSLIM SHOP “Faa”
Pemilik    :    FITRIANI, S.E.Sy.
Kasir    :    RINA MARLINA, S.Hi
Karyawan    :    Bidang Pemasaran     :  ANGGUN SARI
Bidang Penjualan    :  ZAQNI
Bidang Penaksiran    :  DARMA ARIEF
Bidang Penyusunan barang    :  RIZAL SYAHRUL

 
SURAT AKAD SYARIKAH MUDAHRABAH
Bismillahirrahmanirrahim
MUKADDIMAH
“Aku adalah pihak ketiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan syirkah, selama salah seorang diantara mereka tidak berkhianat kepada kawan syarikatnya. Apabila diantara mereka ada yang berkhianat , maka aku akan keluar dari mereka.”(Hadist Qudsi, Imam Daruquthni dari Abu Hurairah r.a.)
Pada hari, Senin tanggal 21 bulan Desember tahun 2010 di Watampone, yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama    :     RINA MARLINA ARIEF
No. KTP    :     73.0817.591088.0001
Alamat     :     JL Soekawati
Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama
Nama     :     FITRIANI ARIEF, S.E.Sy.
No. KTP    :     73.0816.450589.0012
Alamat     :     JL Lansat
Posisi     :     Pemilik Usaha
Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua
Secara bersama-sama kedua pihak bersepakat untuk mengadakan perjanjian bersyarikat dengan jenis syarikat mudharabah dalam suatu usaha distro dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut:

 
Pasal 1
Ketentuan Umum
    Pihak Pertama selaku pemilik modal (shahibul maal) menyerahkan sejumlah uang tertentu kepada Pihak Kedua untuk dipergunakan sebagai modal usaha dalam suatu usaha tertentu
    Pihak Kedua selaku pengelola (mudharib) dari Pihak Pertama, mengelola suatu usaha tertentu sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat 1.
    Pihak Kedua menerima sejumlah modal dalam bentuk uang dari Pihak Pertama, yang diserahkan sebelum perjanjian ini disepakati dan ditandatangani oleh pihak pertama.
    Kedua pihak akan mendapatkan keuntungan hasil usaha menurut persentase keuntungan yang disepakati bersama dan menanggung kerugian sebagaimana diatur dalam Pasal 4 dan Pasal 5.
    Masing-masing pihak memiliki andil dalam usaha ini, baik modal/tenaga, yang besar maupun pembagiannya sebagaimana tercantum pada pasal 2,3,4.
Pasal 2
Modal Usaha
    Besar uang modal usaha, sebagaimana disebut pada Pasal 1 ayat 1 adalah sebesar Rp. 300.000.000,-(Tiga ratus Juta Rupiah)
    Modal Pihak Pertama tersebut diserahkan sebelum akad ini ditandatangani, yaitu pada hari Senin tanggal 21 bulan Januari tahun 2013. Bank Syariah Mandiri Cabang Watampone a.n. Fitriani
Pasal 3
Pengelola Usaha
    Pihak Kedua bersama 3 orang muslim yang tergabung dalam satu syarikah al-wujuh secara seksama bekerja mengelola usaha sebagaimana tercantum pada pasal sebelumnya dengan anggota sebagai berikut:
Nama    : ANGGUN SARI
No. KTP    : 73.0809.040889.0189
Alamat    : Jl. Sungai Jenne Berang
Posisi    : Kasir

Nama     : ZAQNI
No.KTP    : 73.0809.711289.0001
Alamat    : Jl. Gatot Subroto
Posisi    : Karyawan bidang pemasara

Nama     : DARMA ARIEF
No.KTP    : 73.0809.131289.0009
Alamat    : Jl. Durian
Posisi    : Karyawan bidang penjualan
    Dalam mengelola usahanya, pengelola bisa dibantu oleh sejumlah staf yang kesemuanya berstatus sebagai karyawan.

Pasal 4
Keuntungan
    Keuntungan  usaha adalah keuntungan bersih (Nett Profit), berupa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha (Cash Profit) dikurangi zakat (2,5% ) dari Cash Profit), Sosial (2,5% dari Cash Profit), dan Pengembangan Usaha (20% dari Cash Profit)
    Nisbah keuntungan usaha disepakati sebesar 50:50. Pihak Pertama selaku pemilik modal mendapat 50% dari keuntungan bersih, Pihak Kedua selaku pengelola mendapat 50% dari keuntuungan bersih.

Pasal 5
Kerugian
    Kerugian usaha adalah hasil usaha dikurangi pengeluaran usaha bernilai negatif
    Kerugian usaha ditanggung kedua pihak sesuai dengan hukum Islam syarikah mudharabah

PROPOSAL BISNIS
“faA”
DISTRO MUSLIM SHOP

Oleh :
FITRIANI

STAIN WATAMPONE
2013

SURAT  PERMOHONAN BANTUAN DANA
DISTRO MUSLIM SHOP “ faA “
Alamat : Jalan Lansat Kab. Bone Sulawesi Selatan

Watampone, 01 Januari 2013
No.    :  01/105.5/DMS/C/XI/2013
Hal    : Permohonan Bantuan Dana Usaha
Lampiran    :

Kepada
Yth. Pimpinan BSM Capem Bone-Makassar
Jalan MT.HARYONO
Watampone

    Dengan hormat,
    Melalui  surat ini, kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana, sebagaimana yang telah diketahui bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi dunia usaha adalah keperluan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pembiayaan usahanya. Menanggapi hal tersebut, kami bermaksud menambah perluasan modal untuk lebih meningkatkan usaha distro kami. Bersama dengan surat ini, kami sampaikan permohonan proposal bantuan modal sebesar Rp. 300.000.000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah).
    Sebagai bahan pertimbangan bagi bapak, bersama surat ini kami lampirkan:
    Foto Copy KTP
    Foto Copy Kartu Keluarga
    Foto Copy Sertifikat Tanah Hak Milik
    Foto Copy Surat Izin Usaha (SIU)
    Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Besar harapan kami agar permohonan ini dapat terealisasikan sesuai dengan proposal yang ada.
Atas perhatian dan bantuannya, kami ucapkan terima kasih.
                 Hormat Kami
    
     FITRIANI ARIEF, SE.Sy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s